Sejarah SMPN 1 Rangkasbitung
Semenjak berakhirnya penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia, dan Indonesia menyatakan kemerdekaannya, berdirilah Sekolah Kepandaian Putri (SKP) yang dipimpin oleh R. Soenardi dan pada waktu menempati bangunan yang dulu digunakan sekolah ELS.
Seiring dengan perkembangan jaman. (1945-1949), Kebutuhan akan pendidikan menengah sangat dirasakan oleh masyarakat khususnya anak-anak TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar), mengingat pada masa itu hanya ada SD, sekolah Guru dan SKP.
Atas inisiatif para tokoh pendidikan (Eddi Djunaedi, R. Soenardi dkk) pada masa itu disusunlah sebuah rencana untuk mendirikan sekolah menengah di Rangkasbitung yang pada waktu itu ditentukan tempatnya di gedung Juang sekarang.
(Eddie Djunaedi adalah pegawai di Jawatan Listrik dan Gas Republik Indonesia yang juga menjadi pengajar Bahasa Inggris, Aljabar dan Ilmu Ukur, sementara R. Soenardi adalah Kepala SKP).
Pada akhir 1948, Belanda melakukan agresi militer di daerah Banten. Pada saat adanya agresi tersebut Sekolah Kepandaian Putri bubar sementara sekolah menengah yang saat itu masih belum memiliki nama dan belum stabil dalam pelaksanaannya, atas inistiatif Eddie Djunaedi, maka sekolah menengah tersebut diberi nama SMP Nasional yang waktu itu masih menempati bangunan bekas HIS atau sekarang SD Negeri 1 Kejaksaan.
Setelah Belanda kembali meninggalkan Indonesia. Pada tahun 1949, SMP Nasional pindah ke bangunan bekas SKP karena gedung peninggalan Belanda itu tidak digunakan lagi sebagai sekolah. Perkembangan sekolah dari tahun ke tahun mengalami kemajuan dan penambahan jumlah siwa.
Pada tahun 1951 turunlah SK Pengangkatan guru negeri pertama di sekolah tersebut atas nama Eddie Djunaedi dan pada tahun yang sama pula, tepatnya 17 Juli 1951 berdasarkan Surat Keputusan Kanwil Pendidikan dan Kebudayan Jawa Barat Nomor : 3362/B11-57, SMP Nasional resmi diganti menjadi SMP Negeri Rangkasbitung dengan Kepala Sekolah pertamanya Aris Munandar.
